Kupang, 05 Desember 2025
Bertempat di UPTD Latnakes Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dengan dukungan UNICEF Kantor Perwakilan NTT dan NTB, Pemerintah Korea dan YKMI menggelar “Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Penyakit (PPI) pada peningkatan kualitas layanan fasilitas kesehatan lingkungan puskesmas” yang akan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 5 sampai dengan 6 Desember 2025. Selain materi dalam kelas peserta juga melakukan praktek di Puskesmas Tarus, Puskesmas Naibonat dan Puskesmas Oesao. Workshop ini menggunakan LMS pelataran sehat, terakreditasi Direktorat Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dengan nilai SKP 1 dan 3 sesuai dengan profesi peserta workshop.

Kegiatan yang diikuti oleh para Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Mutu/PPI dan Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dari 26 Puskesmas di Kabupaten Kupang ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman peserta mengenai konsep dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) pada fasilitas kesehatan lingkungan di puskesmas, mempelajari praktik terbaik dalam penyusunan Standar Operasional Prosedure (SOP) PPI, serta membekali peserta dengan keterampilan merancang SOP yang sesuai dengan kondisi masing-masing puskesmas. Selain itu, workshop ini juga bertujuan memperkuat kapasitas peserta dalam mengimplementasikan SOP PPI kesehatan lingkungan, memperbaharui SOP PPI Kesehatan lingkungan secara berkelanjutan, pemantauan implementasi SOP PPI kesehatan lingkungan guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan dan kesehatan lingkungan di tingkat puskesmas.
Dalam sambutannya, Ibu Rostia La Ode Pado, yang hadir mewakili Kepala UNICEF Kantor Perwakilan NTT dan NTB menyampaikan apresiasi kepada para peserta, narasumber, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Workshop Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Penyakit (PPI) pada peningkatan kualitas layanan fasilitas kesehatan lingkungan puskesmas. Ia menekankan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga layanan yang aman dan berkualitas, terutama melalui penerapan PPI yang melindungi pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat dari risiko infeksi. Ibu Tia menjelaskan bahwa keberhasilan PPI pada peningkatan kualitas layanan fasilitas kesehatan lingkungan puskesmas sangat bergantung pada manajemen kebersihan lingkungan yang baik, pengelolaan limbah medis sesuai standar, serta penyusunan SOP kesehatan lingkungan yang jelas dan terukur. Melalui workshop ini, peserta diharapkan memperkuat pemahaman tentang prinsip dasar PPI, identifikasi risiko, standar kebersihan, manajemen limbah, serta penyusunan SOP yang sesuai Permenkes dan WHO. Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan prosedur kebersihan secara konsisten dan menjadikan workshop ini sebagai wadah untuk berbagi pembelajaran dan pengalaman penerapan PPI kesehatan lingkungan di puskesmas serta sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan fasilitas kesehatan yang aman, bersih, dan berkualitas. Terakhir, ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di puskesmas masing-masing.
Tatang Husaini, selaku program Manager dari YKMI dalam penyampaian sambutannya menyampaikan ”Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan penerapan SOP. Kami meyakini bahwa Bapak/Ibu Kepala Puskesmas telah memiliki SOP, namun sebagai para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program peningkatan fasilitas WASH, kami ingin memastikan bahwa kualitas penerapan SOP Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dapat semakin diperkuat. Karena itu, kegiatan ini menjadi sangat penting. YKMI, sebagai mitra implementasi UNICEF terus mendukung Pemerintah Kabupaten Kupang khususnya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam peningkatan fasilitas WASH, seperti pembangunan menara air, sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), penampung air hujan, rehab ringan pasokan air bersih ke puskesmas, CTPS ramah disabilitas, toilet ramah disabilitas, toilet ramah ibu hamil, toilet ramah management Kesehatan dan kebersihan menstruasi serta sarana lainnya. Namun, seluruh fasilitas tersebut pada dasarnya adalah benda mati yang tidak akan memberi dampak optimal tanpa diikuti proses pemeliharaan dan dimanfaatkan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi yang baik oleh Bapak dan Ibu sekalian di lapangan”. Tutur beliau.
Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Ibu Maria Elisabet Anggreny, selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTT, menegaskan bahwa setiap fasilitas kesehatan wajib menerapkan SOP PPI secara menyeluruh, sistematis, dan berkesinambungan, karena regulasi ini bukan sekadar aturan, tetapi menjadi landasan penting bagi tenaga sanitarian lingkungan, pasien, dan seluruh pihak agar tetap terlindungi. Ia mengingatkan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan harus mampu mengendalikan kualitas air, tanah, dan udara di lingkungannya. Melalui workshop ini, para peserta diharapkan dapat melakukan penyegaran pengetahuan serta berdiskusi dalam penyusunan SOP, baik SOP teknis maupun administratif. Ia juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana yang membutuhkan biaya besar ketika mengalami kerusakan, sehingga penting bagi puskesmas untuk mampu mengadvokasi pemerintah desa agar mengalokasikan anggaran bidang kesehatan lingkungan. Dengan keterlibatan para kepala puskesmas dalam Musrenbang dan lokakarya desa, hal tersebut dapat menjadi momentum untuk memperjuangkan dukungan pendanaan, sehingga tidak hanya bergantung pada mitra. Ia berharap workshop dua hari ini dapat menghasilkan SOP PPI yang realistis, teratur, dan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh puskesmas.

Pada workshop ini, para peserta mendapatkan materi tentang konsep dasar SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas, manfaat, dan prinsip penulisan yang efektif. Dilanjutkan dengan studi kasus, Teknik menganalisa isi SOP, memahami struktur dan kualitas isi SOP, praktek menyusun SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas berdasarkan panduan dan template yang disediakan. Untuk memnambah pemahaman peserta, maka pada workshop kali ini juga para peserta akan diajak untuk melakukan kunjungan atau observasi di tiga puskesmas sekaligus Uji Coba SOP PPI fasilitas kesehatan lingkungan di Puskesmas melalui metode Simulasi Lapangan.
